ACEH
TENGAH — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir
kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes)
yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di
Provinsi Aceh.
Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama
dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di
wilayah hukum Polres Aceh Tengah.
Pelayanan kesehatan ini juga
diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang
guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis
pascabencana.
Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim
kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir
di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje.
Sejak
pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari
Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah
melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi
kesehatan lingkungan kepada masyarakat.
Kegiatan ini melibatkan
sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah
IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel
kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.
Dari hasil
pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil
mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak
ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta
gangguan kulit akibat dampak banjir.
Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.
“Sejak
banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke
puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang
langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan
menenangkan warga,” tuturnya haru.
Rangkaian Bakti Kesehatan
Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah,
tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di
lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga
dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan
kondisi psikologis mereka pascabencana.
Di hari yang sama,
pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira
Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi
ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis
Polri.
Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan
kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari
Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan
pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak
banjir bandang.
Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto
Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan
bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka
penanganan bencana.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga
keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana
mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis
lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang
sulit diakses,” ujarnya.
Menurutnya, metode pelayanan dilakukan
secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta
edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.
Melalui
rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan
perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di
tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi
harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar