MALANG
- Respons cepat ditunjukkan jajaran Polres Malang Polda Jatim dalam
menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aksi balap liar di wilayah
Kecamatan Pakis.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono
mengatakan, personel menerima laporan melalui Call Center 110 adanya
aktivitas balap liar di sekitar Exit Tol Pakis yang dinilai meresahkan
masyarakat dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
"Petugas
menerima pengaduan yang masuk melalui Call Center 110, dan segera kami
tindaklanjuti dengan menerjunkan petugas untuk bergerak ke lokasi yang
dimaksud," kata AKP Budiono, Rabu (1/7/2026).
Diokasi tetsebut akhirnya petuga mengamankan belasan sepeda motor yang diduga digunakan untuk balap liar.
"Kami
melakukan penindakan dan aktivitas balap liar berhasil dibubarkan
dengan mengamankan belasan kendaraan yang diduga terlibat balap liar,"
terang AKP Budiono.
Sementara itu Kapolsek Pakis, AKP Bambang
Subinanjar mengatakan, belasan motor yang diamankan tersebut dibawa ke
Mapolsek Pakis untuk didata dan dilakukan penindakan sesuai ketentuan.
"Pemilik
kendaraan nantinya diminta mengambil kendaraannya bersama orang tua,
melengkapi dokumen kendaraan, serta memastikan kendaraan dikembalikan
dalam kondisi standar,"terang AKP Bambang Subinanjar.
Kapolsek
Pakis menegaskan, syarat untuk mengambil kendaraan tersebut adalah
pemilik harus mengembalikan ke kondisi standar pabrikan apabila
ditemukan menggunakan knalpot atau komponen yang tidak sesuai
spesifikasi.
"Harus dikembalikan komponennya sesuai standar, tidak boleh dimodif - modif dengan kanalpot bising," tegas AKP Bambang.
Kapolsek
Pakis yang juga mantan Kasi Humas Polres Malang tersebut mengajak
masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila menemukan aktivitas yang
berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
"Laporkan melalui
layanan call center kami 110 bebas pulsa, 24 jam kami siaga dan akan
segera menindaklanjuti laporan yang masuk," tegas AKP Bambang.
Ia
mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen
kepolisian menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas, terutama
pada jam-jam rawan yang kerap dimanfaatkan untuk aksi balap liar.
"Kami
tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga pembinaan agar para
remaja memahami risiko balap liar terhadap keselamatan diri sendiri
maupun orang lain," pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar