Jakarta
– Wakapolri Komjen. Pol Dedi Prasetyo memberikan pengarahan strategis
kepada jajaran dalam kegiatan Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta
(15/04). Dalam arahannya, Wakapolri mengapresiasi peningkatan kualitas
strategi manajemen media yang dinilai semakin baik dari tahun ke tahun.
“Humas adalah suara dan telinga institusi. Peran ini menempatkan Humas
di garis depan sekaligus garis terakhir dalam menjaga marwah Polri,”
tegas Komjen. Pol Dedi Prasetyo.
Lebih dari sekadar juru bicara,
Wakapolri menyampaikan bahwa Humas Polri merupakan komunikator strategi
yang harus dapat mengelola persepsi publik terutama dalam membangun
kepercayaan publik. “Humas bukan sekadar juru bicara, tetapi strategic
communication hub yang mengelola persepsi publik, membangun kepercayaan,
serta melawan disinformasi untuk mendukung legitimasi institusional,”
tegas Wakapolri.
Wakapolri menekankan bahwa Divhumas harus mampu
bertransformasi melalui pendekatan intelligence-led communication,
dengan mengoptimalkan sistem berbasis big data dan artificial
intelligence seperti monitoring real-time, analisis cerdas, hingga
respons cepat terhadap isu. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan
framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, hingga tujuan yang
jelas dalam setiap produksi konten.
Selain itu, ia menyoroti
pentingnya internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini organisasi
Polri. Mengacu pada Perkap Nomor 6 Tahun 2023, fungsi kehumasan tidak
hanya diemban oleh personel Humas, tetapi seluruh anggota Polri. “Di
tengah arus informasi yang serba cepat, setiap personel harus memiliki
kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati,” jelasnya.
Dalam
konteks pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan bahwa
seluruh jajaran Humas harus memahami arah kebijakan nasional melalui
RPJPN 2025-2045, termasuk delapan agenda pembangunan nasional dan
transformasi digital sebagai pilar utama. Hal ini penting agar
komunikasi publik Polri selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Wakapolri
juga menjelaskan terkait Grand Strategy Polri 2025–2045 yang terbagi
dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga
terwujudnya Polri yang adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada
masyarakat. Lima tujuan utama Polri juga harus dicapai secara terukur,
mulai dari menjaga kamtibmas, penegakan hukum yang adil dan humanis,
hingga transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi.
Ia
juga menggarisbawahi pentingnya optimalisasi War Room Humas sebagai
pusat kendali informasi untuk memonitor isu viral, menganalisis tren,
serta menentukan langkah mitigasi dan amplifikasi secara cepat dan
tepat.
Menutup arahannya, Wakapolri mengingatkan bahwa Divisi
Humas Polri adalah representasi utama dalam komunikasi Polri kepada
masyarakat. “Humas harus menjadi garda terdepan dalam menerapkan
strategic intelligence-led communication, sekaligus menjaga marwah
institusi Polri di ruang publik,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar