Aceh
Tamiang — Kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat
terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui aksi nyata di
lapangan. Tim BKO Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pemeriksaan
kesehatan dan pemberian vitamin kepada masyarakat terdampak banjir di
wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Jumat, (16/1/2026).
Kegiatan
kemanusiaan tersebut dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pondok Pesantren
Hidayah Raudatun Najah, Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara,
Kabupaten Aceh Tamiang, serta Desa Bukit Seulema, Kecamatan Birem
Bayeun, Kabupaten Aceh Timur. Sejak pagi hari, tim medis Polri
memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga dengan penuh
empati dan ketelatenan.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin oleh dr.
Yuliantikha Nurul Qumariah, selaku Dokter Ahli Bidokkes Polda Metro
Jaya, bersama anggota Tim BKO PMJ.
Selain pemeriksaan kesehatan,
masyarakat juga diberikan vitamin guna menjaga daya tahan tubuh di
tengah kondisi lingkungan pascabencana yang rentan terhadap berbagai
penyakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tercatat sebanyak 80 orang
masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan, dengan keluhan yang
didominasi penyakit pascabanjir seperti ISPA sebanyak 20 pasien,
dispepsia 20 pasien, dermatitis 10 pasien, hipertensi 5 pasien, low back
pain 6 pasien, rematik 4 pasien, cephalgia 4 pasien, konjungtivitis 3
pasien, diare 3 pasien, sakit gigi 2 pasien, diabetes melitus 2 pasien,
serta 1 pasien suspek TB.
Salah seorang warga penerima layanan,
Ibu Nurjanah, warga Desa Matang Tepah, Kecamatan Bendahara, tampak
terharu saat menerima pemeriksaan kesehatan langsung di desanya. “Kami
mengucapkan beribu-ribu terima kasih. Hanya Tuhan yang dapat
membalasnya. Di saat kondisi seperti ini, kehadiran polisi dan dokter
sangat berarti bagi kami,” ungkap Ibu Nurjanah dengan suara bergetar.
Dokter
yang memimpin pelayanan di lapangan, dr. Yuliantikha Nurul Qumariah,
menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri
untuk memastikan kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa
pemulihan pascabencana. “Pascabanjir, risiko penyakit cukup tinggi. Oleh
karena itu kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, pemberian obat dan
vitamin, serta edukasi kesehatan agar masyarakat tetap waspada dan
segera mendapatkan penanganan bila muncul keluhan,” jelasnya.
Ia
menambahkan bahwa pendekatan langsung ke lokasi warga dilakukan agar
pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya
mereka yang memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.
Kegiatan
ini menjadi wujud kehadiran negara melalui Polri, tidak hanya dalam
penanganan darurat bencana, tetapi juga dalam memastikan aspek kesehatan
masyarakat tetap terjaga. Kehadiran tim medis Polri disambut dengan
rasa syukur dan antusias oleh warga, sebagai bentuk nyata kepedulian dan
pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan kemanusiaan ini,
Polri berharap kondisi kesehatan masyarakat terdampak banjir di wilayah
Aceh Tamiang dan Aceh Timur dapat terus terpantau, sekaligus mendukung
percepatan pemulihan kehidupan sosial dan kesehatan pascabencana.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar