DONGGALA
– Memasuki hari keenam pascabencana banjir bandang di Kabupaten
Donggala, Sulawesi Tengah, personel gabungan TNI-Polri bersama instansi
terkait terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan di wilayah
terdampak.
Pada Jumat (16/1/2026), bertempat di Kecamatan Tanantovea
dan Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala, ratusan personel gabungan
kembali diterjunkan untuk melaksanakan berbagai kegiatan penanganan
bencana, mulai dari pembersihan lingkungan, perbaikan infrastruktur,
hingga pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan apel
pengecekan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Donggala AKP
Wakhidin, S.H. Apel tersebut diikuti oleh seluruh personel yang
tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana.
Selanjutnya,
personel gabungan melaksanakan tugas sesuai pembagian sektor kerja. Di
antaranya melakukan pembersihan lanjutan rumah warga terdampak di Desa
Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, pemasangan jembatan gorong-gorong
untuk membuka kembali akses menuju Desa Labuan Lumbubaka, serta
pembersihan hunian tetap (huntap) I dan II di Desa Wani Lumbupetigi,
Kecamatan Tanantovea.
Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto
Basari, S.I.K., M.Si., juga turun langsung melakukan survei lokasi guna
memastikan proses pembangunan jembatan gorong-gorong dapat berjalan
cepat dan tepat sasaran.
Dalam kegiatan penanganan ini, total
personel yang terlibat meliputi 92 personel Polres Donggala, 102
personel Sat Brimobda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD
Kabupaten Donggala, serta tim kesehatan dari Bid Dokkes Polda Sulteng.
Berdasarkan
data terbaru, sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala masih terdampak
cukup signifikan. Total keseluruhan dampak bencana hingga 14 Januari
2026 meliputi 4 unit rumah hanyut, 268 rumah tergenang air, 8 rumah
rusak, serta 134 kepala keluarga atau 1.093 jiwa terdampak.
Selain
itu, tercatat 10 unit jembatan rusak, 1 sekolah, 1 masjid, 3 ruas jalan
raya, dan 1 kantor KUA turut mengalami dampak akibat banjir bandang
tersebut.
Meski status tanggap darurat bencana telah berakhir pada 15
Januari 2026, penanganan bencana tetap dilanjutkan melalui Operasi Aman
Nusa II hingga 17 Januari 2026 guna memastikan proses pemulihan
berjalan optimal.
Kabag Penum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol
Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa langkah cepat yang dilakukan jajaran
Polda Sulawesi Tengah merupakan wujud kehadiran negara di tengah
masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Polri bersama TNI dan
instansi terkait terus bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan
pascabencana di Kabupaten Donggala. Fokus utama saat ini adalah membuka
akses jalan yang terputus, membersihkan rumah warga, serta memastikan
kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujar Kombes Pol Erdi dalam
keterangannya.
Ia menegaskan, keterlibatan personel di lapangan
bukan hanya untuk membantu pemulihan fisik, tetapi juga membangun
kembali rasa aman dan optimisme masyarakat.
“Kegiatan kerja bakti
dan penanganan bencana ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri
terhadap masyarakat. Kehadiran aparat di tengah warga diharapkan mampu
meringankan beban korban sekaligus memperkuat kedekatan antara Polri dan
masyarakat,” tambahnya.
Dalam rencana tindak lanjut, Satgas
Penanggulangan Bencana akan melanjutkan pembuatan jembatan gorong-gorong
menuju Desa Labuan Lumbubaka, melakukan pembersihan lanjutan rumah
warga, mengerahkan mobil AWC untuk distribusi air bersih, serta
memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Hingga
saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di
wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah dilaporkan tetap dalam keadaan aman
dan terkendali.
“Polri memastikan seluruh rangkaian penanganan
bencana berjalan dengan baik dan terkoordinasi. Kami akan terus hadir
mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” tutup Kombes
Pol Erdi.
Dengan kerja keras dan sinergi seluruh pihak,
diharapkan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Donggala dapat
berlangsung cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal
seperti sedia kala.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar