Jakarta
– Dalam rangka memperkuat tata kelola pelayanan publik serta mendukung
optimalisasi penerimaan negara, Korlantas Polri menggelar Simposium
Target PNBP T.A. 2025 dalam rangka Penyusunan Justifikasi PNBP Tahun
2026 di Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kasubdit Fasmat SBST
Ditregident Korlantas Polri, Kombes Pol Jamal Alam.
Dalam
sambutannya, Kombes Jamal menyebut forum ini bukan sekadar agenda
tahunan, tetapi wadah penting untuk memperkuat sinergi, memperbaiki
sistem, dan memastikan setiap target PNBP dapat dicapai dengan strategi
yang terukur.
“Pemerintah meyakini Indonesia mampu bertahan dan
bersaing melalui percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan
kualitas SDM, serta transformasi digital yang memperkuat daya saing
nasional,” ujar Kombes Pol Jamal.
Ia menegaskan, kehadiran negara
di tengah masyarakat dapat dilihat dari kualitas pelayanan publiknya.
Karena itu, Polri didorong untuk menghadirkan layanan publik yang cepat,
adaptif, dan berorientasi pada hasil.
“Polri mengusung semangat
transformasi menuju institusi yang predictive, responsibility, dan
transparency berkeadilan. Ini menjadi pondasi penting dalam memperkuat
layanan publik, termasuk di bidang registrasi dan identifikasi kendaraan
bermotor maupun pengemudi,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut,
Jamal juga menjelaskan bahwa target PNBP fungsi lalu lintas tahun 2025
ditetapkan sebesar Rp12,39 triliun, meningkat 28,74 persen dari target
tahun sebelumnya. Adapun capaian tahun 2024 tercatat sebesar Rp8,5
triliun atau 88,28 persen dari target.
“Dengan target yang
meningkat signifikan, dibutuhkan extra effort dari seluruh jajaran.
Tantangan juga semakin kompleks, mulai dari kepatuhan masyarakat dalam
membayar pajak kendaraan hingga kondisi ekonomi yang memengaruhi daya
beli,” ungkapnya.
Jamal menekankan pentingnya kebijakan berbasis
data dan analisis yang akurat. Ia juga menyampaikan tiga poin utama yang
harus dijalankan jajaran Regident Polri.
“Pertama, analisis
secara cermat dinamika strategis yang berkembang. Kedua, perkuat sinergi
dan kolaborasi dengan para stakeholder. Ketiga, manfaatkan forum ini
untuk membangun relasi dan komitmen bersama demi peningkatan layanan
publik,” paparnya.
Kombes Jamal menutup sambutannya dengan optimisme.
“Melalui
kerja sama dan semangat kolektif, saya yakin target PNBP 2025 dapat
tercapai, bahkan melampaui. Yang terpenting, masyarakat dapat merasakan
peningkatan nyata dari layanan publik Polri,” pungkasnya.
Selain
jajaran Korlantas Polri, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah
narasumber, salah satunya M. Hafiz Basari dari Kementerian Perhubungan,
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat). Dalam
pemaparannya, Hafiz menjelaskan sistematika dan problematika penerbitan
SUT dan SRUT untuk kendaraan konversi serta kendaraan bermotor listrik
berbasis baterai.
“Pertumbuhan kendaraan listrik ke depan akan
berpengaruh terhadap peningkatan penerbitan dokumen kendaraan dan
berdampak langsung pada PNBP kepolisian. Namun, untuk kendaraan
konversi, tren tersebut bersifat unik,” ujar Hafiz.
Menurutnya,
konversi kendaraan tidak menambah jumlah unit kendaraan, melainkan hanya
mengubah jenis motor penggerak dan bahan bakarnya.
“Jadi,
penerbitan STNK dan BPKB meningkat, tapi jumlah kendaraannya tidak
bertambah. Ini bisa menjadi bahan diskusi bahwa PNBP tidak selalu
sejalan dengan jumlah kendaraan yang beredar di Indonesia,” tambahnya.
Hafiz
menegaskan, pihaknya mendukung penuh kegiatan simposium ini sebagai
bentuk kolaborasi antara Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri.
“Saya
sangat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih atas kolaborasi
antara kepolisian dan Kementerian Perhubungan Darat. Harapannya,
penerbitan dokumen kendaraan seperti SUT, SRUT, STNK, dan BPKB dapat
lebih terkoneksi, sehingga memudahkan masyarakat serta meningkatkan
kualitas layanan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya
integrasi data antara penerbitan SUT dan STNK dalam upaya mendukung
pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading di lapangan.
“Dengan data yang saling terhubung, pengawasan kendaraan Over Dimension Over Loading akan lebih mudah dan efisien,” tutup Hafiz.
Kegiatan
ini diharapkan menjadi momentum bagi Korlantas Polri dan seluruh
pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor serta
mempercepat transformasi layanan publik menuju sistem yang semakin
modern, efisien, dan terintegrasi.
.jpeg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar