TANJUNGPERAK - Suasana santai dan penuh keakraban terasa di Warung Kopi Buffer Truk, area Pelabuhan Tanjungperak.
Belasan
pengemudi truk ekspedisi berkumpul bukan untuk sekadar melepas lelah,
melainkan untuk cangkruk ngopi bareng bersama jajaran Satlantas Polres
Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim.
Kegiatan bertajuk Polantas
Menyapa Bersama Menuju Indonesia Zero Over Dimensi dan Over Loading
(ODOL) ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung
Perak, AKP Imam Sayfudin Rodji.
Bersama para Kanit dan
anggotanya, AKP Imam tampak berdialog akrab dan ganyeng dengan para
sopir, menjembatani komunikasi antara aparat dengan para ujung tombak
logistik di pelabuhan.
Dalam suasana yang cair tersebut, AKP Imam
menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya pendekatan humanis untuk
membangun hubungan yang baik antara petugas dan komunitas sopir.
"Kami
ingin membangun komunikasi yang efektif, mempererat hubungan, dan
berdiskusi langsung dengan para driver," ujar AKP Imam,Sabtu (12/7).
Kasatlantas
Polres Pelabuhan Tanjungperak mengatakan,kegiatan itu bukan hanya
tentang penegakan hukum, tapi juga tentang edukasi dan mencari solusi
bersama untuk menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Ada
dua agenda utama yang disosialisasikan dalam cangkrukan tersebut.
Pertama, kampanye Zero Over Dimensi dan Over Loading atau ODOL.
Polres
Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim mengajak para pengemudi untuk lebih
peduli terhadap dimensi dan muatan kendaraan mereka yang seringkali
menjadi pemicu kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan.
Kedua,
Polres Pelabuhan Tanjungperak juga mengumumkan rencana pelaksanaan
Operasi Patuh 2025 yang akan dimulai serentak pada 14 Juli 2025.
Para
sopir diimbau untuk mempersiapkan kelengkapan surat-surat kendaraan dan
senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.
"Kami sengaja sampaikan informasi Operasi Patuh lebih awal agar para rekan-rekan driver bisa mempersiapkan diri," ujarnya.
AKP Imam menambahkan, tujuan utama operasi ini adalah menekan angka pelanggaran dan kecelakaan.
Kegiatan
cangkrukan ini disambut positif oleh para sopir truk. Mereka merasa
memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi serta kendala yang dihadapi
di lapangan.
Dialog dua arah ini diharapkan dapat menciptakan
sinergi positif demi terwujudnya kawasan Pelabuhan Tanjung Perak yang
aman, tertib, dan bebas dari pelanggaran ODOL.
"Dengan adanya
dialog seperti ini, kami harap kesadaran untuk tertib berlalu lintas
tumbuh dari diri sendiri, bukan karena takut ada petugas, " pungkasnya.
(*)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar